Mengenai Penulis

Hingar Bingar Dunia Paduan Suara dari Sudut Pandang Pelakunya

Blog ini didedikasikan untuk musik paduan suara. Ditulis oleh seorang penyanyi paduan suara yang cukup lama betah terlibat dalam berbagai konser, festival, kompetisi, dan program pendidikan yang berhubungan  dengan paduan suara.

Penulis mengawali ‘karier’ paduan suaranya pada tahun 1998, ketika bergabung dengan Paduan Suara Mahasiswa AgriaSwara (Arvin Zeinullah, pengaba), dan aktif menjadi anggota hingga tahun 2009, lama setelah lulus dari jurusan Kimia IPB. Dengan AgriaSwara, penulis beruntung bisa memperoleh pengalaman pertama menjadi penyanyi paduan suara, ikut ambil bagian dalam setiap konser tahunan, festival dan kompetisi paduan suara, baik nasional maupun internasional. 11 tahun keterlibatan penulis dalam AgriaSwara, penulis aktif ambil bagian dalam perubahan mendasar paduan suara, baik secara musikal, organisatoris, maupun profesional. Salah satu pencapaian tertinggi penulis bersama AgriaSwara adalah keikutsertaannya dalam kompetisi internasional di Jerman (2005) dan Hongaria (2007).

Pada tahun 2004, penulis lulus audisi menjadi penyanyi Twilite Chorus (Benjamin Manumpil), yang lebih dikenal sebagai paduan suara orkestral bagian dari Twilite Orchestra (Addie MS). Bersama TC, penulis berkesempatan tampil perdana dalam panggung antarbangsa di Singapura (2005) membawakan siklus lengkap “Gloria” (Woo Hyo-Won) dan “Mass for Double Choir” (Frank Martin). Dengan TC pula penulis mengenal musik paduan suara kontemporer untuk pertama kalinya, dan jatuh cinta pada genre musik tersebut sejak itu.

Tahun 2005, penulis lulus audisi untuk koor proyek National Youth Choir Indonesia (Ivan Yohan), di mana penulis mengenal lebih banyak pelaku paduan suara lain di Indonesia. Dua tahun kemudian, penulis juga bergabung dengan Cavallero Male Singers (Rainier Revireino) dan terlibat dalam world premiére “Ars Amatoria” (Ananda Sukarlan) dan Indonesian premiére “Little Mass for Men’s Voices” (David Montoya). Dalam kurun waktu 2004-2007, penulis juga beberapa kali tampil dalam program televisi sebagai backing choir, termasuk final Indonesian Idol siklus pertama dan variety show Gold Living di MetroTV, bersama Impromptu Singers, ReChoir, dan Magenta Choir. Di kandang sendiri, penulis juga sempat beberapa kali memperkuat tim konser dan kompetisi Psalterio Singers (Jossy Luwiska).

Pencapaian tertinggi penulis selama menjadi penyanyi paduan suara di Indonesia adalah lulusnya penulis menjadi penyanyi Batavia Madrigal Singers (Avip Priatna) pada tahun 2007, sesuatu yang menjadi cita-cita penulis sejak lama. Di bawah baton kepemimpinan Avip Priatna, penulis berkesempatan menjelajahi repertoar paduan suara yang memiliki tuntutan musikal lebih tinggi, seperti “Stabat Mater” (Gyorgy Orban), “Kali: an Experimental Opera” (Tony Prabowo), dan “Misa” (Ryan Cayabyab). Bersama BMS pula, penulis berkesempatan tampil di Macao (2007) dan ikut serta dalam kompetisi di Slovenia dan konser tur di Hongaria dan Austria (2009).

Keterlibatan penulis dalam hingar bingar dunia paduan suara di Indonesia harus berakhir pada tahun 2009, ketika penulis mendapatkan kesempatan belajar di Eropa. Akan tetapi, penulis tidak kemudian lantas berhenti bernyanyi. Masa tinggal penulis di Inggris pada awal tahun 2010 ditandai dengan keterlibatan penulis dalam produksi “Johannes Passion” (Johann Sebastian Bach) bersama Roehampton Chamber Singers (Leslie Lewis). Ketika akhir tahun 2010 penulis pindah ke Belanda, audisi paduan suara juga menjadi salah satu agenda pertama. Melalui audisi yang cukup sulit, penulis berhasil menjadi penyanyi Kamerkoor Vocoza (Sanne Nieuwenhuijsen) pada tahun 2010, Choir 20/21 (MaNOj Kamps) pada tahun 2011, dan Nederlands Studenten Kamerkoor (Maria van Nieukerken) pada tahun 2012. Sambil terus mengasah keterampilan berbahasa Belanda, penulis berkesempatan menggarap musik kontemporer yang sangat menantang seperti “Figure Humaine” (Francis Poulenc), “Čtyři písně o Marii” (Bohuslav Martinů), dan “Situaties” (Wim de Ruiter).

Pengalaman menjadi penyanyi paduan suara di Eropa ternyata sedikit berbeda dari Indonesia, dan penulis merasa sangat beruntung berkesempatan mengalami sendiri perbedaan tersebut. Akhir tahun 2012 ditandai dengan lulusnya penulis audisi menjadi penyanyi Toonkunstkoor Amsterdam (Boudewijn Jansen) dan Hollands Vocaal Ensemble (Fokko Oldenhuis). Bersama paduan suara yang memiliki rentang sejarah lebih dari 175 tahun Toonkunstkoor, penulis mulai menjelajahi repertoar musik kolosal macam “Grande Messe des Morts” (Hector Berlioz) dan “The Bells” (Sergej Rachmaninoff). Tahun 2013, penulis diundang bergabung dengan Capella Morhange yang spesifik membawakan musik karya Don Carlo Gesualdo (1566-1613).  Selain itu, penulis juga berkesempatan menjelajahi musik Gregorian bersama tiga spesialis musik kuno. Tahun 2013 juga ditandai dengan reuni musikal penulis dengan Ivan Yohan dalam sebuah produksi musik berteks Spanyol bersama Traiectum Vocale. Murni atas ketertarikan pada program konser yang memuat “Strathclyde Motets” (James MacMillan), penulis juga bergabung dalam Vrije Universiteit Kamerkoor (Boudewijn Jansen) untuk konser memperingati hari kelahiran Benjamin Britten akhir tahun 2013. Masa tinggal di Belanda juga ditandai dengan keterlibatan penulis dalam rekaman CD “Requiem voor de mens” (Rob Goorhuis) bersama Nederlands Studenten Kamerkoordan proyek konser lepasan bersama Vieux du Temps dan Koor Neon (Fokko Oldenhuis).

Pada tahun 2016, penulis hijrah ke Skotlandia untuk studi doktoral dalam bidang pendidikan kimia. Hari kedua tiba di Edinburgh, penulis langsung audisi untuk posisi Choral Scholar pada St Mary’s Cathedral Choir (Duncan Ferguson), katedral episkopal terbesar di utara Britania Raya. Diterima. Hingga saat ini, penulis terikat komitmen harian bernyanyi dalam Evensong dan Eucharists. Selain itu, penulis juga bernyanyi dalam paduan suara kamar universitas, Edinburgh University Chamber Choir (Robert Brooks), dan sesekali membantu paduan suara semi profesional Reed Consort (Cole Bendall).

Advertisements

19 thoughts on “Mengenai Penulis

  1. Tulisannya santai, informatif dan enak diikuti… I’m following this blog for sure… :), pun informasi kepaduansuaraan juga lekat dan kelihatan sekali penulis cinta mati dengan this art form…
    Salam kenal dan keep writing…

    • Makasi, Mike. Iya nih. Bertahun-tahun nulis, audiensnya terbatas di anggota milis PSM doang. Nah, sekarang mudah2an bisa ramein dunia persilatan 😉 I followed yours, likewise.

  2. Hehehe iya kak, isi blognya sangat membantu buat sistem ke-Agria-an periode 2012-2013 hehe 😀 😀
    Sekarang lagi masa-masa pembinaan calon anggota baru angkatan 49 dan latihan kontan ‘La Forza del Canto’ (Masa-masa sulit membagi waktu) hehe 😀 😀

  3. Hendra, spechless baca blog lo hen, ga sengaja juga gua nemuin ini blog, alamaaaak, banyak bener istilah yg gua kagak ngarti dah tampil dimari yaak, hehe.. ternyata Hendra yg gw kenal jauh lebih passion di dunia paduan suara, udh keliatan dari dulu.. Sukses ya Hen! God always bless you..

    • Ajrooot ^^. Iya nih, gw masih betah aja. Kalo banyak istilah yg nggak jelas, nggak usah terlalu dianggap pusing. Nggak keluar di UTS kok 😛

  4. oh my god..nice…bru nemu blog ini..mas hendra pa kbr? hahah..dulu smpt bbrp x di ajarin n latian bareng di agria..gr2 iseng nyari2 di google t4 les paduan suara …trnyata ada pentolan almamater diagria yg sukses menekuni passion nya hahaha..sukse ya mas hendra…

  5. wooo, nyari keyword “The Odyssey PSM IPB Agria Swara” membawa saya mampir ke sini Kak. Ternyataaa Agria punya alumni yang kayak Kak Hendra ahaha.. Good Job Kak! pasti musikalitas Kakak udah jadi bakat yang mengalir dalam darah dari lahir dan karena usaha Kakak jadi bisa seperti itu huhuu jadi terinspirasi,,
    Saya baru mampir ke blog Kakak di tahun 2016 ini karena memang saya maba ipb angkatan 52 Kak, hehe masih fresh eaakk. Kenalin ya Kak nama saya Oscar, baru jadi anak agria setelah konser angkatan bernama Gitayana desember 2015 lalu. Kebetulan saya juga pengurus di divisi internal PSM IPB Agria Swara periode tahun ini, yaitu Kabinet Perahu Naga yang ketuanya anak kimia juga loh Kak hehe. Bass 1 Bagus Maulana Tenri namanya angkatan 50. Thanks a lot ya Kak inspirasinya buat Agria dan khususnya buat saya sendiri. mampir dong Kak ke Agria lagi yee, masih di Bogor kok Kak blom pindah hehe, kita mau ada konser tahunan “Serenata et Aeterna” bulan ini tanggal 27 dan konser internal “Maha Cinta” yang rencananya bulan Mei nanti. Hehehe maaf ya Kak kalo terkesan spam. Mudah-mudahan Kakak mau mampir ke Agria n kasih inspirasi dan sharing pengalaman ke kita Kak 🙂 kalo boleh kontaknya Kak hehe ke email aku yang aku isi di bawah Kak, supaya dihubungi oleh pengurus kalau ada acara Kak, huhuu udah kepanjangan nih Kak, sekian terima kasih.

    • Heyyy, Oscar. Salam kenal juga. Ya ampun, udah angkatan 52 aja yak, hehehe. Gw lahir dan besar di Agria, dan selamanya Agria jadi bagian dari perjalanan gw baik personal maupun profesional (masuk terus di CV gw, hehehe).

      Iya, kalo gw pulang terus ada waktu pastinya gw sempetin ke Bogor ketemu kalian dan Arvin. Kemaren dulu meskipun cuman beberapa jam gw juga sempet ikutan latihan malah. Otherwise, ayo kalian tur konser lagi ke Belanda. ^^ Selamat bernyanyi ya. Sukses buat konsernya!

Tanggapi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s