Mengapa semua orang seharusnya berpaduan suara, kata ilmuwan

Sejatinya, blog ini ditulis untuk berbagi pengalaman, wawasan, gagasan, dan keberagaman musik paduan suara. Tetapi lebih dari itu, juga supaya semua orang tertarik untuk bernyanyi di paduan suara. Mengapa? Ini argumentasinya.

Pada tahun 2010, sebagai bagian dari mata kuliah Akreditasi Pembelajaran Eksperiensial Lampau (Accreditation of Prior Experiential Learning, APEL), gw menulis portofolio akademik mengenai musik paduan suara dalam kaitannya dengan pencapaian ilmiah. Esai sepanjang 5000 kata ini memuat analisis biografis gw sendiri, sejak masa kecil yang gw habiskan di Tanah Parahyangan hingga masa tinggal sebagai mahasiswa pascasarjana di Negeri Antah Berantah pada waktu itu. Pertanyaan inti yang ingin gw selidiki dalam tulisan tersebut adalah: Bagaimana musik memberi pengaruh positif dalam pencapaian ilmiah? Nah, sebagai bagian dari proses tinjauan pustaka, gw menemukan banyak sekali kajian, penelitian, dan penemuan saintifik yang ternyata menjelaskan mengapa selama ini gw hanya merasakan manfaat dari musik paduan suara. Gw pengen banget berbagi hasil kajian ini karena gw rasa ini penting dan sangat menarik.

Bernyanyi dalam paduan suara itu menyehatkan

Sebuah studi oleh sekelompok ilmuwan dari Inggris dan Australia (Clift et al., 2007) menunjukkan bagaimana nyanyi paduan suara berdampak positif terhadap kualitas hidup, kesejahteraan, dan kesehatan. Riset yang melibatkan lebih dari 600 penyanyi paduan suara dari seantero Inggris tersebut memberikan akun empiris bagaimana mereka yang kesehatan psikologisnya relatif rendah memperoleh manfaat dari nyanyi paduan suara. Secara spesifik, empat kelompok berikut memperoleh manfaat paling besar dari nyanyi paduan suara:

  1. Mereka yang memiliki masalah kesehatan mental berkepanjangan
  2. Mereka yang memiliki masalah signifikan dalam hubungan/keluarga
  3. Mereka yang memiliki masalah kesehatan fisik
  4. Mereka yang sedang berduka karena kematian seseorang

Lebih jauh, penelitian ini juga menjelaskan bagaimana persisnya manfaat ini bekerja pada penyanyi. Para ilmuwan dari Universitas Canterbury Christ Church, Kolese Musik Royal Northern dan Universitas Griffith ini mengungkap enam “mekanisme membangun” dalam proses nyanyi paduan suara, yaitu:

  • efek positif
  • perhatian yang terfokus
  • pernapasan mendalam
  • dukungan sosial
  • rangsangan kognitif
  • komitmen teratur

Bernyanyi dalam paduan suara itu bermanfaat untuk kestabilan emosi

Dalam konteks yang berbeda, lima ilmuwan dari Jurusan Pendidikan Musik dan Jurusan Psikologi Universitas Johann Wolfgang Goethe di Jerman (Kreutz et al., 2004) juga mengungkap manfaat nyanyi paduan suara bagi kestabilan emosi. Berbeda dengan studi di atas yang lebih mengandalkan pengalaman anekdotal, studi para ilmuwan Jerman ini juga menyelidiki mekanisme fisiologis tubuh manusia dalam hubungannya dengan nyanyi paduan suara. Secara terperinci dan meyakinkan, para peneliti ini memaparkan bagaimana sekresi hormon Imunoglobulin A dan kortisol yang bertanggung jawab untuk kestabilan emosi bekerja ketika kita bernyanyi dalam paduan suara. Klaim mereka adalah berikut:

Nyanyi paduan suara menyebabkan peningkatan sekresi hormon S-Ig A, sementara efek negatif berkurang.

Menarik untuk diketahui, Kreutz dan rekan juga meneliti bagaimana mendengarkan musik paduan suara juga memberikan manfaat positif, yang ditunjukkan oleh menurunnya sekresi hormon kortisol, yang diproduksi oleh tubuh ketika kita mengalami stres. Secara konklusif, penelitian ini menemukan hubungan antara nyanyi paduan suara dengan kesehatan emosional dan kekebalan tubuh, yang ditandai oleh perubahan sekresi hormonal.

Bernyanyi paduan suara itu meningkatkan kecerdasan interpersonal

Kita mungkin pernah mendengar istilah kecerdasan majemuk (multiple intelligence) yang digagas oleh Howard Gardner pada tahun 1980-an. Dalam argumennya, Gardner menantang kepercayaan lama yang cenderung menyederhanakan istilah kecerdasan hanya berdasarkan IQ saja. Ia menegaskan bahwa kecerdasan seyogyanya ditinjau dari pelbagai sudut pandang, yaitu: linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal and naturalis. Gw tentunya tidak berniat menjabarkan teori ini satu per satu, tetapi kita dengan segera dapat mengenali kecerdasan musikal dan berasumsi bahwa nyanyi paduan suara tentunya berhubungan langsung dengan salah satu dimensi tersebut. Tetapi ada yang lain.

Pada tahun 2005, Bailey & Davidson dari Jurusan Musik Universitas Sheffield di Inggris menerbitkan hasil penelitian mereka. Kedua ilmuwan ini memfokuskan diri pada sekelompok tuna wisma terpinggirkan dan sekelompok penyanyi dari masyarakat kelas menengah. Seperti kedua hasil penelitian di atas, studi ini juga mengkonfirmasi efek positif nyanyi paduan suara terhadap kestabilan emosi. Tapi lebih dari itu, kelompok pertama menganggap bahwa bernyanyi dalam paduan suara telah membantu mereka dalam berhubungan sosial dan interpersonal. Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa musik paduan suara, yang mungkin oleh beberapa orang dianggap sebagai musik elitis dan eksklusif, yang hanya bisa dinikmati dan digeluti oleh orang-orang tertentu saja (masyarakat gereja? mahasiswa? murid-murid sekolah vokal? orang kota? orang Eropa? dsb.), sejatinya juga bermanfaat untuk semua orang, tak terkecuali.

Dalam untaian kata sendiri:

When all of them seemed to turn out uneventful, I fell into the depth of despair. Fortunately enough for me, all through those uncertain times, music had always been my way of seeking refuge from the pressure of my goals and, thus, resuming the balance, the equilibrium. (Agustian 2010)

Kutipan tersebut diambil dari portofolio yang gw sebutkan di atas. Diawali dengan beberapa kali tatapmuka dengan Anz Buzzoni, dosen di universitas yang di Belanda, dimatangkan selama masa tinggal singkat di Republik Ceko, esai ini baru selesai ketika gw kembali ke Inggris tahun 2010. Dr Sulochini Pather, programme convener gw dari Roehampton University, memberi gw nilai A gendut untuk esai ini ^^. Dia membacakan sepenggal esai ini pada malam terakhir konferensi internasional mengenai pendidikan inklusif di Grove House, gedung yang sama tempat gw ujian sidang disertasi. Tiap kali gw mengingat momen ini, gw selalu terharu, karena musik telah menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup gw. Meskipun gw nggak pernah berniat mengambil pendidikan formal dalam bidang musik, atau menjadikan musik sebagai mata pencaharian, gw tahu bahwa kecintaan gw pada musik paduan suara menjadi alasan yang cukup untuk gw meluangkan waktu ekstra di luar pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Dalam untaian kata Paul McCartney:

I love to hear a choir. I love the humanity to see the faces of real people devoting themselves to a piece of music. I like the teamwork. It makes me feel optimistic about the human race when I see them cooperating like that.

-Paul McCartney

Nah, silakan sebarkan kabar gembira ini: nyanyi di paduan suara yuuuuuuuu.

Advertisements

8 thoughts on “Mengapa semua orang seharusnya berpaduan suara, kata ilmuwan

      • Minat anak2 ipb sm Agria Swara masih alhamdulillah masih bagus mas.
        Tiap tahun yg daftar selalu di atas 300 orang. Ya walaupun yg nyampe knser ga segitu.. Hahahahaha
        angkatan terkhir masuk, 49, minatnya di agria luar biasa mas. Ada beberapa yg les sm senior2nya skg…. Mudah2n semangat mereka terus terjaga ya mas… Amin 🙂

Tanggapi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s