PSM Negeri Kumpeni

Dari milis AgriaSwara IPB (9 Januari 2012)

NSK Staircse

Nederlands Studenten Kamerkoor (Maria van Nieukerken)

Apa kabar semuanya? Ade-ade, kakak-kakak, mahasiswa dan alumni? Semoga sehat-sehat ya. Januari biasanya musim hujan, denger kabar Jakarta kemaren sempet banjir juga. Di sini juga lagi musim orang sakit flu. Salju enggan turun tahun ini, yang ada malah katanya tahun ini musim semi udah datang jauh-jauh hari di awal Januari.

Denger dari bisik-bisik tetangga katanya udah mau konser tahunan lagi ya? Ketuanya beberapa kali kontak gw di Kitabmuka, seperti biasa, minta usulan judul konser. Nah lho ^^.

Belum ada kabar-kabar program tur konser atau ikut kompetisi lagi kah setelah Busan kemarin gagal ikut?

Terus program presidium yang baru terpilih apa aja? Maksud gw, program konkretnya.

Nah, seperti biasa, sekali-sekali gw juga update kabar dari sini. Selain untuk menjaga komunikasi, gw juga berharap ada yg bisa kita sama-sama petik dari pengalaman menakjubkan gw (menurut gw sih ^^) hidup di daratan Eropa.

Yg pertama dan utama, gw pengen berbagi cerita musikal kali ya. Oktober tahun lalu gw memutuskan untuk ikut audisi Paduan Suara Kamar Mahasiswa Belanda (Nederlands Studenten Kamerkoor, NSK) di bawah direksi Maria van Nieukerken. Gw udah pengen ikut proyek NSK dari tahun lalu, tapi waktu itu karena belom settled dengan studi dan imigrasi, gw nggak jadi ikutan.

NSK

Cowok-cowok NSK nyanyi Girl from Ipanema (Jobim)

Nah, NSK ini adalah proyek tahunan yg terdiri dari sekitar 35 penyanyi yang diaudisi dari seluruh pelosok Belanda. Para penyanyi ini adalah mahasiswa usia 19-32 tahun (dari S1 sampai pascadoktoral). Dalam periode latihan intensif yang terdiri dari 1 hari, 3 akhir minggu, dan 1 minggu penuh, NSK bekerja sama dengan penuh antusiasme untuk menampilkan sebuah program musik ambisius dan tur konser keliling Belanda. Setiap tahun, NSK menampilkan sekitar 12 lagu, 2-4 di antaranya adalah premiére, artinya NSK adalah yang dipercaya oleh sang komposer untuk menampilkan sebuah komposisi musik untuk pertama kalinya di dunia (atau di Belanda). Tahun ini kita mem-premiér-kan 2 komposisi, satu dari Gijs van der Heijden (komponis Belanda yang juga pernah menjadi salah satu penyanyi NSK), dan Gustavo Trujillo (komponis Spanyol yang bermukim di Belanda, juga pernah bernyanyi di NSK). Dua komposisi lain juga akan ditampilkan untuk pertama kalinya di Belanda. Karena kesempatan latihan yang sangat terbatas dan programnya banyak yang susah, setiap penyanyi dituntut untuk bisa latihan sendiri sebelum datang latihan bersama. Pokoknya begitu latihan bareng, not udah nggak boleh salah-salah lagi.

Nah, di antara kesibukan gw penelitian, terdengarlah interval-interval menakutkan tipikal musik kontemporer dari meja kerja gw. Dengan bantuan Sibelius, online metronome, online tuning fork, dan digital recorder, gw kerja keras berusaha menguasai repertoar konser.

Kita baru tiga kali latihan sejauh ini. Tapi ya itu, sekalinya latihan 12 jam di hari Sabtu dan 7 jam di hari Minggu. Pulang-pulang udah kayak orang hang-over habis mabuk semalaman, hehehehe, dengan kutipan-kutipan melodi yang menghantui pikiran “Daemon, daemon, daemon fraudes inter cantus saltus!”

The tenors

The tenors

Tapi gw sangat menikmati kesibukan baru ini. Seperti juga waktu gw gabung AgriaSwara, dengan NSK gw menemukan dinamika dan keceriaan masa kuliah, karena para penyanyinya praktis mahasiswa semua.

Yang gw cermati dan pelajari dari koor baru ini adalah organisasi dan manajemen koor yang menurut gw … sempurna! Jauuuuuh sebelum proyek ini dimulai (1 tahun sebelumnya), panitia yang hanya terdiri dari 6 panitia harian dan 5 panitia umum bersama konduktor, sudah mulai sibuk menyiapkan konsep konser, tema, program, dan tentunya segala urusan cari dana. Panitianya juga seperti AgriaSwara, mahasiswa semua. Ke-6 org panitia harian juga ikutan nyanyi di batch tahun ini. Mereka dipilih dari batch tahun lalu, dan mereka belajar bagaimana caranya menyukseskan proyek ini dari panitia tahun lalu. Begitu seterusnya. Tidak pernah dalam perjalanan gw bermusik gw menemukan proses regenerasi tahunan sebagus ini. Padahal NSK proyek tahunan. Setiap tahun anggotanya ganti-ganti, mungkin ada beberapa orang yang ikutan lagi di tahun berikutnya. Tapi cuman satu atau dua. Nggak ada istilah generasi yang hilang, atau angkatan yang setelah 1 kali konser atau 1 kali ikut festival nggak pernah kelihatan lagi batang hidungnya.

Bukti dari kesolidan organisasi dan manajemen ini adalah ketika bulan lalu NSK mendapat kabar buruk bahwa salah satu patron NSK yang selama ini menjadi penyandang dana terbesar tiba-tiba mengundurkan diri dari sponsorship, kita nggak lantas kolaps dan membatalkan proyek tahun 2012. Langsung deh tuh jor-joran publikasi di website dan melalui pesan berantai, “Selamatkan NSK!” Ditulis di situ siapa NSK, apa sumbangsih NSK bagi perkembangan musik, berapa yang diperlukan (sekitar 28000 Euro), dan bagaimana orang bisa membantu. Berkat organisasi yang bagus, dapet lho, 28000 Euro (sekitar 320 juta rupiah) dalam satu bulan. Sulit dipercaya, di tengah krisis Euro dan pemotongan anggaran budaya di mana-mana.

Hal lain yang juga gw pelajari adalah proses latihan. Seperti temen-temen mungkin tahu, orang-orang Eropa Utara terkenal sangat disiplin waktu (hal yang juga menentukan keberhasilan ekonomi mereka). Ini tercermin juga dalam latihan. Semua anggota tertib datang 15-5 menit sebelum jam 10 pagi. Setiap 1.5-2 jam selalu ada jeda istirahat minum teh dan meregangkan otot. Waktunya makan ya makan. Dibilang latihan selesai jam 10 malam ya udah, nggak ada ekstra-ekstraan. Setiap anggota yang terlibat menghargai kesepakatan ini.

"Situaties" (Wim de Ruiter) untuk 4 paduan suara (2 di antaranya berperan sebagai aktor)

“Situaties” (Wim de Ruiter) untuk 4 paduan suara (2 di antaranya berperan sebagai aktor)

NSK dilatih oleh tim artistik yang terdiri dari 3 orang: 1 konduktor (Maria), 1 chorus master (Ruben), dan 1 guru vokal (Merel). Konduktor tentunya yang nanti pada akhirnya memimpin kita di konser. Si chorus master nih yang membantu menyempurnakan intonasi, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil terutama di modulasi tempo dan birama yang terjadi di mana-mana, macam 3/8 tiba-tiba ke 4/4 terus ke 7/8 terus ke 3/2 dst. Sang guru vokal akan menculik satu per satu penyanyi untuk ia latih selama 15 menit. Kadang-kadang ada juga sesi grup per suara bersama Merel atau Ruben. Tim artistik ini semuanya pemusik dan penyanyi profesional, jadi kalo latihan sama mereka rasanya mantap aja, karena mereka kalo ngasi nada atau ngebimbing kita latihan langsung ngasi untuk semua suara. Persis kayak K Avip kalo ngelatih BMS.

Oh ya, satu hal lagi. NSK hanya membolehkan penggunaan partitur asli. Jadi dari kontribusi yang setiap anggota bayar untuk proyek ini, sebagian untuk membeli partitur asli. Gw sayang-sayang deh tuh partitur asli, karena nggak murah. Di Eropa, terutama mereka yang berlatarbelakang akademik, sangat menghargai hak cipta intelektual. Jadi mereka pake partitur asli. Tapi nggak semua. Koor-koor gereja biasa masih sama kayak di Indonesia kok, potokopian pake p :).

Segitu dulu kali ya, bagi-bagi ceritanya. Kapan-kapan gw sambung lagi. Semoga ada yang relevan untuk temen-temen. Sukses buat konsernya. Ditunggu kabar dan aplotan pidionya di Kamutabung ^^

Advertisements

Tanggapi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s