Audisi Toonkunstkoor Amsterdam dan Hollands Vocaal Ensemble

Setelah beberapa bulan absen nyanyi, karena urusan penelitian yang cukup menyita waktu, akhir tahun 2012 ini akhirnya gw memutuskan untuk bernyanyi lagi (dalam paduan suara, bukan di kamar mandi). Setelah penelitian kecil-kecilan padsu mana yang kira-kira mau gw ikuti (di sini gampang, mulai aja dari database semua padsu di Belanda), akhirnya gw memutuskan untuk coba audisi buat sebuah ansambel vokal, namanya Hollands Vocaal EnsembleHVE (Fokko Oldenhuis, pengaba). HVE ini biasanya bawain karya-karya untuk paduan suara kecil dari kala Renaissance sampai kekinian. HVE sering juga dipercaya untuk mempremiérkan komposisi baru.

Ini ada sampel live recording konser HVE, bawain ‘Christus Vincit‘-nya James Macmillan, salah satu komposer favorit gw ^^

Nah, email sudah gw layangin dong untuk ‘melamar’ mau audisi.

Ternyata jawabannya agak lama. Ya udah akhirnya gw juga coba audisi buat padsu lain, namanya Toonkunstkoor (Boudewijn Jansen, pengaba). Ini adalah salah satu paduan suara tertua di Negeri Kumpeni. Kalo AgriaSwara umurnya belum 30 tahun, Toonkunstkoor ini umurnya udah nyaris 200 tahun. Sepuh banget. Kalo ditotal, jumlah penyanyinya ada lebih dari 100 orang, dan nyaris semuanya aktif. Mesti banyak, karena paduan suara ini spesialis bawain karya-karya kolosal macam Gurrelieder-nya Schönberg atau Matthäus Passion-nya Bach. Bahkan, Toonkunstkoor ini dipercaya jadi penampil tetap Matthäus Passion setiap tahun di gedung konser monumental Concertgebouw.

Lamaran gw dijawab dalam minggu yg sama. Jadi, gw harus audisi buat dua-duanya. Gw pikir, aduh, apa gw batalin aja ya yg satu. Tapi dua-duanya bagus. Ah, ya udin lah, karena kebetulan juga penelitian lagi rada-rada luang, akhirnya gw putuskan untuk audisi buat kedua padsu tersebut.

So, minggu ini gw audisi dua kali. Belom pernah seumur-umur gw audisi dua kali dalam seminggu. Tapi karena kerinduan nyanyi udah di ubun-ubun, akhirnya gw jabani.

Audisi pertama dengan HVE gw bawain lieder-nya Schumann (In der Fremde).

Audisi kedua Toonkunstkoor gw bawain aria-nya Händel (Where e’er you walk).

Lolos. ^^

Senangnyaaaaaaaaaaaaaa.

So, here I am again, back into business. Setahun ke depan bakal heboh manggung lagi di 5 konser (setiap konser biasanya dipertunjukkan 2-4 kali di kota yang berbeda). Untuk pertama kalinya gw bakal garap karya Bach yang monumental itu, Matthäus Passion. Lalu juga Symphony of Psalms dan Les Noces-nya Stravinsky. Akhir tahun dengan Toonkunstkoor bawain Requiem-nya Verdi di Duisburg. Sementara dengan HVE bawain repertoar yang lebih ‘ramah’, macam Mendelssohn, Schütz dan Distler.

Nah, sementara kalian juga bakal menyongsong kepengurusan baru, gw juga dengan penuh antusiasme meneruskan perjalanan musikal gw yang sekarang udah masuk tahun ke-14.
Segitu dulu. Salam paduan suara!

Advertisements

2 thoughts on “Audisi Toonkunstkoor Amsterdam dan Hollands Vocaal Ensemble

  1. wah…. semangat ya kak. Saya Yulita Alto 1 47 Agria Swara. Jadi tambah semangat baca postingan kakak ini. Kapan ya aku bisa kayak kakak juga. Keren banget masuk padus profesional di Eropa lagi, negrinya musik klasik. Jadi inget Nodame. hehehe 🙂

    • Halo, Yulita. Salam kenal. Kamu juga bisa, asal rajin belajar dan minum M*lo setiap hari ^^. Apaan tuh, Nodame?

Tanggapi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s